Perkembangan Teknologi Mobile di Masa Sekarang dan Masa yang Akan Datang
Teknologi mobile adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan berbagai macam tipe dari teknologi komunikasi seluler. Teknologi mobile terus berkembang dengan sangat pesat pada beberapa tahun terakhir. Perkembangan teknologi mobile pun tidak hanya dimanfaatkan untuk berkomunikasi saja, kita bisa melakukan m-commerce, m-banking, m-money, m-sales, m-learning, m-libraries pada mobile.
Perkembangan teknologi seluler dimulai dengan 1G, dan diikuti oleh 2G, 3G, 4G dan untuk masa depan akan ada 5G. ‘G’ disini memiliki arti ‘generasi’, sementara angka 1 sampai 5 mewakili peningkatan dalam perkembangan teknologi, dimana 1G sampai 4G merupakan perkembangan teknologi di masa yang sekarang dan 5G merupakan teknologi di masa yang akan datang.
1G
1G merupakan generasi pertama yang digunakan pada seluler. 1G pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an, namun baru dikenal di tahun 1980-an. Di Indonesia, teknologi ini dikenal dengan teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System). AMPS merupakan teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog, yang artinya jaringan ini sangat terbatas, dengan kecepatan 2,4 kbps. AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar. Jaringan ini hanya bisa digunakan untuk telepon
2G
2G sudah menggunakan teknologi digital, dimana sistem GSM (Global System for Mobile) dan CDMA (Code Division Multiple Access) hadir. Selain dapat melakukan panggilan suara, teknologi ini memungkinkan untuk mengirim Short Massage Service (SMS) dan memiliki kecepatan jaringan 9 kbps – 14,4 kbps. Kecepatan maksimum 2G dengan General Packet Radio Service atau GPRS adalah 50 kbps.
3G
Teknologi 3G didapatkan dari dua buah jalur teknologi telekomunikasi bergerak. Pertama adalah kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS/EDGE dan yang kedua kelanjutan dari teknologi CDMA (IS-95 atau CDMAOne). Perbedaan mendasar dapat dirasakan pada kecepatan transfer data yang simultan baik data voice maupun non-voice. Seperti download informasi, pertukaran email dan pesan instan.
UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan lanjutan teknologi dari GSM/GPRS/EDGE yang merupakan standard telekomunikasi generasi ketiga dimana salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan dengan GRPS dan EDGE.
UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan lanjutan teknologi dari GSM/GPRS/EDGE yang merupakan standard telekomunikasi generasi ketiga dimana salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan dengan GRPS dan EDGE.
3G memiliki kecepatan jaringan mencapai 480 kbps, sehingga teknologi ini membuat penggunanya memungkinkan melakukan video call, dimana gambar dari teman kita bicara dapat dilihat dari handphone 3G kita. Layanan lain adalah video conference, video streaming, baik untuk Live TV maupun video portal, Video Mail, PC to Mobile, serta Internet Browsing.
4G
Jaringan generasi keempat dikenal sebagai LTE (Long Term Evolution). 4G merupakan standar seluler wireless. 4G merupakan suksesor dari 3G dan 2G. 4G memiliki kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 ditingkatkan lagi mencapai 100 mbps untuk diunduh dan 50 mbps untuk diunggah. Jaringan ini merujuk pada jaringan IP packed-switched, akses mobile ultra-broadband(kecepatan gigabit) dan transmisi multi-carrier.
5G
Untuk di masa yang akan datang, banyak ahli yang sedang mengembangkan teknologi 5G ini.
5G memiliki kelebihan dibandingkan dengan 4G dalam hal transaksi data yang lebih cepat. Selain itu, generasi ini juga diklaim lebih hemat daya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Keberadaan 5G juga diprediksi akan mempengaruhi pertumbuhan Internet of Things (IoT). Generasi kelima ini masih terus dikembangkan. Bahkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, mereka masih mengembangkan generasi ini.
Referensi: